Jumat, 22 Februari 2013
Kamis, 14 Februari 2013
DZAT MAHA TUNGGAL
Dari ada terciptalah yang tiada
dari tiada lahirlah titik
Titik-titik tersusun menjadi garis
garis-daris berubah menjadi huruf
huruf-huruf menjadi kata
kata-kata menjadi kalimat
kalimat-kalimat melahirkan makna
lalu tersurat, tersirat, terbaca dalam nafas
nafas-nafas terangkai menjadi hidup
menjadi mahluk, menjadi alam
lalu terbentang menjadi bacaan
dibaca, diterka kembali menjadi makna
menjadi kalimat, menjadi kata, menjadi huruf
menjadi garis, menjadi titik
lalu kembali menjadi sirna
dan yang ada hanyalah Dia yang tak pernah tiada
tiada awal, tiada akhir
Dialah yang awal dialah yang akhir
Dialah wujud absolut yang tak pernah tersentuh
adaNya utuh dalam diriNya saja.
Minggu, 27 Januari 2013
KABUT HITAM DALAM DILEMA
Sepertinya,
aku hanya bermimpi
melewati tiap malam yang penuh sunyi
Dalam benak hanya ada ribuan tanya
adakah aku ini ilalalng?
Bergoyang tertiup angin lalu tertidur merebah ke bumi?
Ataukah aku angin?
Yang bergerak kesegala arah ketidakpastian
Menghamburkan cerita pada bumi dan awan?
Berserak tawa, namun penuh duka dan kemarahan
menjelma sebuah cerita pengantar tidur para pengembara
lalu terlupakan saat fajar tiba.
Bpa yang kau kira kini tentang ku?
dari waktu ke waktu,
merangkai kata penuh keluh memburu
lalu kembali pedih membeku.
Kemana lagi aku harus pergi?
kesunyian terus menyergap, membekap,
berjuta tanya terus merayap lalu kembali kudekap
hanya kesunyian yang terus menjawab!
aku hanya bermimpi
melewati tiap malam yang penuh sunyi
Dalam benak hanya ada ribuan tanya
adakah aku ini ilalalng?
Bergoyang tertiup angin lalu tertidur merebah ke bumi?
Ataukah aku angin?
Yang bergerak kesegala arah ketidakpastian
Menghamburkan cerita pada bumi dan awan?
Berserak tawa, namun penuh duka dan kemarahan
menjelma sebuah cerita pengantar tidur para pengembara
lalu terlupakan saat fajar tiba.
Bpa yang kau kira kini tentang ku?
dari waktu ke waktu,
merangkai kata penuh keluh memburu
lalu kembali pedih membeku.
Kemana lagi aku harus pergi?
kesunyian terus menyergap, membekap,
berjuta tanya terus merayap lalu kembali kudekap
hanya kesunyian yang terus menjawab!
Langganan:
Postingan (Atom)